Liburan Lebaran Berujung Duka, 3 Wisatawan Tenggelam di Pantai Ujunggenteng

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read
Proses evakuasi korban terseret ombak di Pantai Tenda Biru, Ujunggenteng, Sukabumi. (Prima Meidiandi/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Momen libur Idulfitri 1447 H/2026 M yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi tragedi di Pantai Tenda Biru, Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi. Tiga wisatawan dilaporkan tenggelam dalam insiden yang terjadi pada Senin 23 Maret 2026.

Dari tiga korban tersebut, dua orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban meninggal merupakan ayah dan anak, yaitu Abduloh (27) dan Abdul Tafsir (7), warga Kampung Cikiray, Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan adalah Acep (26), seorang pemancing asal Kecamatan Kalibunder.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Zeka, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Insiden bermula saat korban anak sedang berenang bersama rombongannya di sekitar pantai pada siang hari.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban diduga terseret arus ombak yang cukup kuat hingga akhirnya tenggelam.

Melihat kejadian itu, sang ayah langsung berusaha menyelamatkan anaknya. Namun nahas, ia justru ikut terbawa arus laut. Di saat yang sama, seorang pemancing yang berada di lokasi mencoba memberikan pertolongan, tetapi turut terseret ombak dan tenggelam.

“Awalnya anak korban berhasil ditemukan, kemudian orang tuanya juga ditemukan. Namun satu orang lagi yang ikut membantu sampai saat ini masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian,” ujar Asep.

Korban anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sekitar 20 menit tenggelam. Sementara sang ayah ditemukan dua jam kemudian, juga dalam kondisi tidak bernyawa.

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari nelayan, warga setempat, dan pihak terkait masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang.

Pihak berwenang mengimbau para wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama dengan memperhatikan rambu keselamatan.

Pasalnya, kondisi arus laut di wilayah tersebut dikenal cukup berbahaya, terutama saat musim liburan ketika aktivitas wisata meningkat. (Andi)

Share This Article
Leave a comment