Lisnawati Tangisi Kepergian Sang Anak: Banyak Kejanggalan Iringi Kematian NS

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read
Foto kenang-kenangan almarhum NS bersama ibu kandungnya Lisnawati. (Prima Arno/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Hati ibu mana yang tidak hancur mendapati anaknya meninggal dalam kondisi mengenaskan. Begitupun yang dialami Lisnawati (31), ibu kandung NS, bocah berusia 12 tahun.

NS jadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan TR (47), ibu tirinya. Melalui perwakilan keluarganya yaitu Rizki Rahmatullah (31), menyampaikan rasa duka yang mendalam, sekaligus harapan agar kasus kematian putranya dapat sesegera mungkin terungkap.

NS tercatat sebagai aiswa kelas 1 SMPIT Darul Ma’arif sekaligus santri pondok pesantren di Kampung Cileungsir, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Almarhum meninggal dunia di RSUD Jampangkulon pada Kamis 19 Februari 2026, sore. Korban mengembuskan napas terakhir dengan kondisi luka bakar di sekujur bagian tubuh.

Semasa hidupnya, NS tercatat bertempat tinggal di Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade.Tetapi didalam kehidupan kesehariannya almarhum tinggal bersama ibu tirinya di Kampung Talagasari, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

Sang ibu almarhum NS tidak menyangka kalau putranya akan pergi untuk selama-lamanya, menyisakan duka cukup mendalam bagi seluruh keluarga, teman sekolah, dan teman-temannya sesama santri.

Terlebih bagi ibu kandungnya, Lisnawati, yang turut hadir didalam prosesi pemakaman putra tercintanya pada hari Jumat 20 Februari 2026.

Lisnawati, yang biasa dipanggil Lisna ini dan yang saat ini tinggal di daerah Cianjur, tak kuasa menahan kepedihan saat dimintai keterangan awak media Minggu 22 Februari 2026.

“Pihak keluarga, khususnya ibu kandung almarhum, hanya meminta keadilan atas peristiwa ini, Kami sangat berharap kasus ini bisa dibuka secara terang-benderang, sebab masih banyak sekali kejanggalan dari setiap pernyataan, baik dari ayah kandung maupun ibu tiri,” ucap Rizki, perwakilan keluarga kepada awak media, Minggu, 22 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lisnawati menikah dengan ayah NS sekitar tahun 2011–2012, dan berpisah saat NS masih berusia sekitar dua tahun. Setelah perceraian tersebut NS sempat diasuh ibu kandungnya hingga berusia tujuh tahun.

Selanjutnya, NS dibawa ayahnya ke wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dengan janji akan membiayai pendidikan dan kebutuhan pesantrennya.

Diketahui, NS merupakan anak kedua dari Lisnawati, pernikahan kedua dengan Anwar Satibi. Dari pernikahan pertamanya, Lisnawati memiliki seorang anak perempuan. Sementara dari pernikahan saat ini, Lisna memiliki tiga anak, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. (Andi)

Share This Article
Leave a comment