Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait penyusutan kawasan lindung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimandiri, Sukabumi. Dari total 124 ribu hektare yang semula berstatus lindung pada 2010, kini hanya tersisa 28 ribu hektare setelah perubahan fungsi lahan pada 2022.
“DAS Cimandiri yang awalnya 183 ribu hektare, 124 ribu di antaranya dilindungi, kini menyusut drastis menjadi 28 ribu hektare. Bayangkan dampaknya pada lingkungan!” tegas Hanif saat berkunjung ke Sukabumi, Sabtu (22/3/2025).
Penyusutan ini memicu risiko bencana dan krisis air bersih. Selain Cimandiri, DAS Cikaso juga mengalami penurunan luas resapan air dari 29 ribu menjadi 2 ribu hektare. Hanif menegaskan, perubahan fungsi kawasan lindung mengancam keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kerentanan banjir serta longsor.
“Saya akan mendorong Gubernur Jawa Barat untuk segera mereview kebijakan tata ruang dan memulihkan fungsi kawasan lindung. Jika tidak, dampaknya akan semakin fatal,” ujarnya.
Hanif juga menyoroti pentingnya kesadaran semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan. “Kawasan lindung bukan sekadar angka di peta, tapi penyangga kehidupan. Kerusakannya hari ini akan menjadi bencana generasi mendatang,” pungkasnya. (Andi)
