Misteri Mayat di Sungai Cikaso Terungkap: Medi, Warga Waluran yang Hilang Dua Pekan

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM —
Sabtu sore yang tenang di tepian Sungai Cikaso, Kampung Jabir, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, mendadak berubah riuh. Warga berhamburan ke tepi sungai setelah melihat sesosok tubuh mengambang di aliran air berwarna kecokelatan itu.

Belakangan, misteri siapa sosok tersebut akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Medi (40), warga Kampung Galumpit, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Ia telah lama dikenal di desanya sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan juga penderita epilepsi.

Kepastian identitas korban disampaikan oleh Kepala Desa Sukamukti, Usep Firdaos, usai mendapat konfirmasi dari pihak kepolisian.

“Benar, itu warga kami bernama Medi. Informasi dari keluarganya, almarhum sudah lama mengalami depresi atau gangguan jiwa sekitar 15 tahun. Ia juga menderita epilepsi,” ujar Usep, Senin (13/10/2025).

Menurut Usep, Medi sudah tidak pulang ke rumah sejak dua minggu terakhir. Keluarga sempat mencari ke berbagai tempat, namun pencarian tak membuahkan hasil.

“Biasanya kalau keluar rumah, dia pulang lagi. Tapi kali ini tidak kembali. Dulu pernah juga hilang beberapa hari tapi akhirnya ditemukan dan dijemput pakai ambulans. Kali ini keluarga tidak lapor ke polisi karena mengira akan kembali seperti biasanya,” katanya.

Sebelum mengalami gangguan kejiwaan, Medi sempat menikah, namun kemudian bercerai dan tidak memiliki anak. Hidupnya dikenal tenang, sering menyendiri, dan beberapa kali terlihat berjalan tanpa tujuan di sekitar desa.

Jenazah Medi kini telah dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ibu dan kakaknya turut mendampingi proses identifikasi.

“Tadi sore keluarga sudah berangkat ke RS Sekarwangi bersama perangkat desa menggunakan ambulans desa,” tutur Usep.

Kabar meninggalnya Medi menjadi duka bagi warga Sukamukti. Di balik tragedi ini, terselip kisah getir tentang kehidupan orang dengan gangguan jiwa di pedesaan — sering diabaikan, jarang dipantau, dan baru diperhatikan ketika sudah menjadi berita duka. ***

 

Share This Article
Leave a comment