Mogok Kerja Buruh Garmen di Sukabumi, Soroti Target Produksi dan Skorsing

Prima Arno Meidiandi
1 Min Read

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Aksi mogok kerja kembali terjadi di perusahaan garmen PT SB di Kampung Bangkongreang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Aksi ini melibatkan pekerja operator sewing, mayoritas buruh perempuan.

Pantauan di lapangan, Sabtu 11 April 2026, menyebutkan mogok kerja dipicu ketidakpuasan terhadap kebijakan manajemen, terutama terkait target produksi yang dinilai tinggi serta penerapan skorsing bagi pekerja yang tidak mencapainya.

Pekerja menilai durasi skorsing terlalu lama dan memberatkan. Bahkan, ada yang mencapai lebih dari empat jam. Padahal, menurut pekerja, skorsing idealnya tidak lebih dari satu setengah jam.

Selain itu, buruh juga mengeluhkan jam kerja yang dianggap melebihi batas normal. Mereka mengaku kerap bekerja hingga malam hari, jauh dari ketentuan umum kerja sekitar 7 hingga 8 jam per hari.

Pekerja berharap kebijakan skorsing dapat dihapuskan. Namun, menurut sumber, hal tersebut sulit terealisasi karena sudah menjadi kebiasaan yang diterapkan perusahaan selama ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok kerja tersebut. (Andi)

Share This Article
Leave a comment