Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Demi kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pemudik selama Hari Raya Idul Fitri 2026, Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas berupa one way yang diberlakukan mulai hari ini, 18 Maret 2026.
Wakapolda Jawa Barat Adi Vivid Agustiadi Bachtiar memastikan kesiapan seluruh personel di lapangan, khususnya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Hal ini disampaikannya olehnya saat berkunjung ke pos terpadu pelayanan mudik di Gedung Juang, Kota Sukabumi.
Selanjutnya Wakapolda Jawa Barat, Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, menuturkan bahwa kunjungannya sekali ini guna memastikan keadaan kondisi semula anggota yang bertugas di lapangan tetap selalu prima memasuki hari kelima pelaksanaan operasi.
“Saya sebagai Waka Satgas Opsda Jawa Barat sebenarnya cenderung datang kemari untuk menyapa anggota bagaimana anggota khususnya Polres Sukabumi Kota, kan sudah hari kelima nih apakah mereka masih semangat atau lemas, alhamdulillah mereka sudah siap,” ujarnya.
Lebih lanjut ia juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapsiagaan seluruh personel di sejumlah titik.
“Tadi kami mampir ke pos parungkuda di situ juga anggota sudah siap siaga kemudian juga teman-teman dari lintas sektoral hadir lengkap di sini. Polda Jabar tiap jam 20.00 Wib itu melakukan analisis dan Evaluasi,” tuturnya.
Kegiatan tersebut, kata Kapolres, dipimpin langsung Kapolda Jabar. “Jadi semua pejabat operasi menyampaikan permasalahan -permasalahan,” sambungnya.
Wakapolda Adi Vivid menuturkan, untuk wilayah Kota Sukabumi, rekayasa lalu lintas hanya akan diberlakukan di jalur arteri. Sementara itu, dalam penerapan one way dijalur tol telah dilakukan secara bertahap dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah sejak pukul 15.00 WIB.
Mengenai penerapan one way nasional, pihaknya masih menunggu keputusan dari Korlantas Mabes Polri. “Untuk kesiapan besok kita lihat besok, nanti akan diumumkan lagi oleh Korlantas Mabes Polri,” ujarnya.
Selain itu juga kepolisian telah mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas dengan menempatkan personel di titik-titik rawan. Ia menyebut, langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi kejadian tahun sebelumnya.
“Antisipasi kecelakaan tentunya kita menempatkan anggota di spot-spot yang tahun lalu, ada spot rawan kecelakaan lalin. Kita asesment misalnya dulu akibatnya penerangan jalan kita imbau tambah penerangan jalan dan rambu-rambu peringatan,” jelasnya.
Sementara untuk jalur Pantura, penerapan one way nasional sepenuhnya akan ditentukan oleh Korlantas dengan metode yang akan diumumkan satu jam sebelum pelaksanaan. Polisi juga telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jawa Barat dan Jakarta.
“Kita antisipasi one way sepenggal itu adalah arus dari Jateng menuju Jabar-Jakarta tentunya tidak bisa melewati tol. Mereka akan melewati arteri dan satu jam ini kita sudah menyiapkan semua mulai dari peralatan-peralatan termasuk jalur alternatif menuju Jakarta. Polres-polres sudah menyiapkan semua jalurnya,” tandasnya. (Andi)


