Pelepasan 300 Lobster Hasil Budidaya ke Laut Upaya DKP Jabar dalam Pelestarian Lobster

Bayu Aria
4 Min Read
Inovasi cemerlang DKP Jabar budidaya lobster air payau untuk dilepoas ke laut.

Bandung, MEDIASERUNI – Dinas Kelautan dan Perikanan atau DKP Jabar sukses melepas 300 ekor lobster hasil budidaya dalam ruangan ke laut lepas. Program ini bertujuan untuk melestarikan siklus hidup lobster, yang merupakan salah satu komoditas unggulan di provinsi tersebut.

Pelepasan lobster ini adalah bagian dari inisiatif pelestarian untuk mengatasi ancaman penurunan populasi lobster akibat penangkapan benih yang berlebihan.

Teknik budidaya lobster dalam ruangan, dikenal sebagai stock enhancement, pertama kali dikembangkan oleh DKP Jabar sejak tahun 2020. Pada tahun 2024, DKP Jabar mencapai keberhasilan besar dengan melepas lobster hasil budidaya tersebut ke habitat aslinya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Baratr, Hermansyah, menjelaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk mencegah kepunahan lobster di masa depan.

“Jika dibiarkan, eksploitasi berlebihan dapat mengancam populasi lobster di alam. Oleh karena itu, kami menginisiasi budidaya dalam ruangan sebagai upaya menjaga stabilitas populasi lobster,” ujar Hermansyah, Jumat 18 Oktober 2024.

Menurutnya, meskipun jumlah lobster yang dilepas masih relatif kecil, program ini adalah langkah awal yang signifikan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di Jawa Barat.

Budidaya di Laut Selatan
Salah satu alasan utama pengembangan budidaya lobster di dalam ruangan adalah kondisi laut selatan Jawa Barat yang tidak memungkinkan budidaya langsung di alam.
Menurut Denny Hamdani, Analis Aqua Culture Ahli Muda dari UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Selatan (PAPLWS) DKP Jabar, angin kencang dan gelombang besar di wilayah laut selatan membuat budidaya langsung menjadi sulit.

“Budidaya lobster indoor ini menjadi solusi atas kendala lingkungan di laut selatan,” jelas Denny.

Jawa Barat juga menjadi salah satu provinsi pelopor dalam pengembangan teknik budidaya lobster dalam ruangan ini. Teknik tersebut terus diperbaiki untuk meningkatkan produktivitas serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para nelayan lokal.

Proses Budidaya
Budidaya lobster yang saat ini dilakukan DKP Jabar telah mencapai tahap segmentasi 2, di mana lobster dibesarkan hingga mencapai ukuran 50-70 gram dengan masa pemeliharaan selama 8 bulan.

Namun, Denny menyebutkan bahwa uji coba masih diperlukan untuk mencapai segmentasi 4, di mana ukuran lobster akan lebih besar dan lebih menguntungkan secara ekonomi.
Kunci keberhasilan budidaya ini, lanjut Denny, terletak pada pengelolaan yang tepat atas pakan, air, dan cahaya.

Lobster yang secara alami hidup di perairan dalam tidak memerlukan cahaya terang, dan air hujan juga harus dihindari untuk menjaga kualitas lingkungan pemeliharaan. Selain itu, pakan yang digunakan adalah moluska tertentu yang banyak ditemukan di kawasan Pangandaran.

Harapan Masa Depan
Program budidaya lobster dalam ruangan ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang signifikan dalam menjaga keberlanjutan populasi lobster di Jawa Barat.

Meskipun tantangan masih ada, langkah ini menunjukkan komitmen DKP Jabar dalam pelestarian sumber daya laut dan memperkuat sektor perikanan di provinsi tersebut.

Dengan inovasi dan teknologi yang terus dikembangkan, diharapkan produktivitas budidaya lobster ini akan semakin meningkat, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih besar baik bagi lingkungan maupun bagi kesejahteraan nelayan lokal. (bayu/*)

Share This Article
Leave a comment