Petani Ciburahol Kembangkan Jahe Gajah Sebagai Komuditas Unggulan, Produktivitas Tinggi Mudah Merawatnya

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read
Tanaman Jahe Gajah yang dikembangkan petani jahe ciburahol, Sukabumi. (Prima Arno/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Petani di kampung Ciburahol Desa Panumbangan Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai mengembangkan budidaya Jahe Gajah (Zingiber officinale var officinale) sebagai komoditas unggulan baru.

Jahe Gajah memiliki rimpang berukuran besar, jahenyapun berwarna kuning muda, dan rasa yang kurang pedas dibandingkan jenis jahe pada umumnya.

Manfaat jahe gajah ini bisa meredakan mual dan mabuk perjalanan, meningkatkan imunitas, mengatasi masalah pencernaan, mengurangi nyeri sendi, menurunkan kolesterol, serta membantu meredakan sakit kepala.

“Selain produktivitasnya tinggi, perawatan tanaman jahe gajah lebih mudah ketimbang jahe emprit atau jahe merah lainnya,” kata petani jahe gajah Yayat Hidayat, menjelaskan kenapa petani memilih mengembangkan jahe gajah, Senin 2 Maret 2026.

Saat ini uji coba tanaman jahe gajah dilakukan dilahan seluas kurang lebih dua hektare. Lahan ini sebelumnya area tanam cabai yang kini dioptimalkan dengan sistem tumpang sari.

“Usia tanam saat ini sudah enam bulan, dengan benih sekitar 200 kilogram, rata-rata dapat menghasilkan lima sampai delapan ton jahe gajah, tergantung gangguan hama dan penyakit,” ucap Yayat, dan mengaku lahan sekitar 2 hektar itu saat ini digarap oleh lima petani aktif.

Selanjutnya ia menerangkan bahwa pada saat waktu panen sangat bergantung pada target pasar. Untuk kebutuhan konsumsi jahe muda, tanaman sudah bisa dipanen pada usia enam bulan.

Tetapi, untuk mencapai hasil yang maksimal (jahe tua), yang ideal panen pada usia adalah delapan bulan, sedangkan untuk kebutuhan bibit berkualitas diperlukan waktu hingga sepuluh bulan.

“Jadi panen itu tergantung kebutuhan pasar. Kalau untuk konsumsi bisa enam bulan, kalau mau hasil maksimal delapan bulan, dan kalau untuk bibit sampai sepuluh bulan,” jelasnya.

Jahe merah ini mempunyai karakteristik sendiri yaitu dikenal mempunyai rimpang yang besar serta gemuk dengan warna putih kekuningan. Walau aromanya tajam, rasa pedasnya cenderung lebih lembut dibandingkan jenis jahe lainnya.

Dengan kandungan minyak atsiri berkisar 0,8 hingga 2,8 persen, komoditas ini menjadi primadona untuk bumbu masakan, bahan minuman hangat, hingga industri farmasi dan kecantikan. (Andi)

Share This Article
Leave a comment