Potensi Pembubaran Google oleh DOJ: Peluang atau Ancaman untuk Investor?

Telusur Bisnis
4 Min Read
Setelah mencapai puncaknya di $183,32 awal bulan ini, saham Google merosot di bawah $170.

TELUSURBISNIS.COM – Google (NASDAQ: GOOG, GOOGL) baru-baru ini menjadi sorotan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengajukan gugatan antimonopoli dengan tujuan memecah perusahaan teknologi raksasa ini. Sahamnya mengalami penurunan 2,35% sejak laporan pendapatan terbaru pada akhir Oktober, yang memunculkan pertanyaan: apakah ancaman pembubaran ini merupakan bencana atau peluang emas bagi investor?

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana gugatan ini dapat memengaruhi valuasi Google. Lebih penting lagi, kita akan melihat potensi nilai tersembunyi dalam setiap divisi utama Google jika perusahaan ini dipisahkan. Apakah ini peluang bagi investor untuk meraup keuntungan besar? Mari kita selami lebih dalam.

Mengapa Saham Google Menurun?

Setelah mencapai puncaknya di $183,32 awal bulan ini, saham Google merosot di bawah $170. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh gugatan DOJ yang menuduh Google menjalankan praktik monopoli yang merugikan persaingan. DOJ bahkan mengusulkan pemisahan beberapa aset utama Google, termasuk browser populer Google Chrome.

Namun, ada alasan kuat untuk tetap optimis. Seperti dalam kasus Microsoft di awal tahun 2000-an, di mana DOJ gagal memecah perusahaan, Google juga memiliki peluang besar untuk menang. Lebih menarik lagi, jika pembubaran terjadi, aset-aset Google mungkin justru bernilai lebih tinggi dalam kondisi terpisah dibandingkan entitas gabungannya saat ini.

Potensi Nilai Divisi-Per-Divisi

Google memiliki tiga pendorong pendapatan utama:

  1. Google Cloud
  2. YouTube Ads
  3. Google Search & Ads

Berikut adalah analisis valuasi dari masing-masing divisi berdasarkan data Q3 2024:

1. Google Cloud

  • Pendapatan Q3: $11,4 miliar
  • Estimasi Pendapatan Tahunan: $45,6 miliar
  • Kelipatan Harga terhadap Penjualan (P/S): 7
  • Valuasi: $319,2 miliar

Google Cloud menunjukkan pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 35%, menjadikannya salah satu segmen yang paling menjanjikan.

2. YouTube Ads

  • Pendapatan Q3: $8,92 miliar
  • Estimasi Pendapatan Tahunan: $35,68 miliar
  • Kelipatan P/S: 10
  • Valuasi: $356,8 miliar

YouTube adalah pemimpin dalam pasar iklan video digital dan memiliki potensi monetisasi jangka panjang yang besar.

3. Google Search & Ads

  • Pendapatan Q3: $49,4 miliar
  • Estimasi Pendapatan Tahunan: $197,6 miliar
  • Kelipatan P/S: 6,5
  • Valuasi: $1,284,4 triliun

Divisi pencarian tetap menjadi pendorong utama pendapatan Google, sekaligus inti dari bisnisnya.

Aset Tambahan

  • Google Chrome: Potensi valuasi $20 miliar jika dijual terpisah.
  • Waymo (divisi mobil otonom): Valuasi saat ini sekitar $31,5 miliar (berdasarkan kepemilikan 70%).

Jika semua aset ini digabungkan, valuasi total Google bisa mencapai $2,49 triliun, lebih tinggi dari kapitalisasi pasar saat ini yang sebesar $2,08 triliun. Dengan demikian, investor dapat menikmati potensi keuntungan sekitar 18,5%.

Dampak Pembubaran terhadap Persaingan

DOJ berharap pembubaran Google dapat menciptakan lapangan bermain yang lebih adil, terutama di pasar mesin pencari. Jika gugatan berhasil, Google kemungkinan besar akan dilarang membuat perjanjian eksklusif dengan produsen perangkat seperti Apple dan Samsung. Namun, apakah ini benar-benar akan merugikan Google?

Google telah menjadi sinonim untuk pencarian internet. Bahkan jika posisi dominannya diganggu, kebiasaan pengguna yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun sulit untuk berubah secara drastis.

Risiko Utama

Meski potensi pembubaran DOJ mungkin rendah, risiko tetap ada. Salah satu kekhawatiran adalah persaingan dari teknologi baru, seperti mesin pencari berbasis AI yang dikembangkan oleh OpenAI dan Perplexity. Namun, ancaman ini tampaknya dilebih-lebihkan. Google memiliki ekosistem pengguna yang kuat, dan pencarian berbasis kata kunci tetap relevan untuk berbagai jenis kebutuhan.

Inti Permasalahan

Apakah Google akan terpecah atau tidak, investor memiliki alasan untuk tetap optimis. Jika gugatan DOJ gagal, Google akan tetap menjadi raksasa teknologi dengan kekuatan monopoli yang kokoh. Namun, jika pembubaran terjadi, setiap divisi dapat menawarkan peluang investasi baru dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Dengan valuasi total yang lebih tinggi dalam kondisi terpisah, pasar tampaknya bereaksi berlebihan terhadap ancaman DOJ. Ini membuka pintu bagi investor untuk membeli saham Google pada harga yang terdiskon.

Share This Article
Follow:
Kami adalah media online yang menyajikan informasi terkini, inspiratif dan inovatif. Kami berkomitmen menyampaikan informasi secara cerdas, menginspirasi dan mengedukasi. (*)
Leave a comment