Puluhan Pelajar di Cipamingkis Sukabumi Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi berkah, justru berujung petaka bagi puluhan pelajar di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Usai menyantap nasi kuning dan telur dadar pada Rabu (6/8/2025), puluhan anak dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga tubuh lemas dialami oleh siswa dari SDN Puncak Batu, MI Cikadu, dan sejumlah PAUD di desa tersebut. Puskesmas Cidolog langsung bergerak cepat begitu laporan diterima.

“Kejadiannya siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB. Banyak anak-anak yang mulai mengeluh tidak enak badan setelah makan siang,” ungkap Deri, salah satu warga Cidolog, Kamis (7/8/2025).

Kepala Puskesmas Cidolog, Cepi Hermansyah, SKM, membenarkan peristiwa ini. Tim kesehatan telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke berbagai titik di Desa Cipamingkis. Dari hasil pemeriksaan sementara, total 32 anak dari delapan kampung mengalami gejala keracunan.

Sebaran Kasus Keracunan Sementara:

Kampung Tugu: 11 anak

Kampung Ciawitali: 9 anak

Kampung Cikadu: 4 anak

Kampung Pasir Malang: 4 anak

Kampung Ciwaru: 1 anak

Kampung Ciseupan: 1 anak

Kampung Citiis: 1 anak

Kampung Cisuren: 1 anak

Salah satu korban, Arkais (9), siswa asal Kampung Tugu, harus dirawat intensif di Puskesmas setelah dilarikan pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Langkah cepat telah diambil oleh pihak Puskesmas, termasuk pemeriksaan tanda vital, pemberian obat simptomatik, serta edukasi kesehatan kepada warga. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama Forkopimcam Cidolog, Pemdes Cipamingkis, Posramil, Polsek, dan elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, sampel makanan berupa nasi kuning dan telur dadar yang disajikan dalam program MBG telah diamankan dan dikirim ke Labkesda Kabupaten Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil lab dan tetap memantau kondisi anak-anak yang terdampak,” ujar Cepi. ***

Share This Article
Leave a comment