Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, bersama Pj Ketua TP-PKK, Diana Rahesti, menggelar kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi pada Senin (10/2). Kunjungan ini menjadi momen perpisahan setelah 17 bulan penuh dedikasi membangun pendidikan dan budaya di Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Kusmana menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh insan pendidik yang telah berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, setiap upaya kecil memiliki dampak besar bagi kemajuan pendidikan di Kota Sukabumi. “Saya sangat mengapresiasi kerja keras Disdikbud. Sekecil apa pun usaha yang diberikan, tetap memiliki arti besar,” ujarnya.
Kusmana menekankan pentingnya sikap bijaksana dan mental kuat dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan etika sebagai tenaga pendidik. Salah satu arahannya adalah menghentikan praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan pungutan liar lainnya di sekolah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan transparan.
“Kita sudah memiliki fasilitas sekolah yang memadai. Tugas kita adalah memaksimalkannya. Jaga martabat jabatan dan pahami tugas pokok serta fungsi masing-masing,” pesannya. Ia juga mengimbau aparatur Disdikbud untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat sosialisasi, dan menghadapi tantangan dengan bijaksana.
Dalam kesempatan itu, Kusmana tak lupa meminta maaf jika ada kekurangan selama masa jabatannya. “Saya dan istri akan membawa kenangan indah dari Kota Sukabumi. Kami sadar, masa jabatan ini tidak akan lama lagi,” katanya. Ia berharap para ASN tetap profesional dan memberikan masukan santun kepada pemimpin baru sesuai koridor birokrasi.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi memberikan cinderamata kepada Kusmana Hartadji dan Diana Rahesti. Penghargaan ini menjadi simbol rasa terima kasih atas kontribusi mereka selama 17 bulan memimpin transformasi pendidikan dan budaya.
Kusmana juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk mendukung pemimpin baru yang akan datang. Ia yakin, dengan kerja sama dan komitmen bersama, pendidikan dan budaya di Kota Sukabumi akan terus berkembang. “Mari kita jaga semangat ini demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” tutupnya.
Melalui 17 bulan kepemimpinannya, Kusmana Hartadji berhasil meninggalkan jejak positif dalam dunia pendidikan dan budaya di Kota Sukabumi. Bagaimana langkah pemimpin baru melanjutkan tongkat estafet ini? Jawabannya ada di tangan kita semua. (Andi)
