Remaja Cantik Tewas Gantung Diri di Rumahnya dengan Kain Sarung

Prima Arno Meidiandi
4 Min Read

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Remaja cantik menyudahi hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. Korban F (19), Warga Kampung Rawa Bungur RT 003/003, Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa terjadi Jumat 13 Februari 2026, ini terjadi di dalam rumah korban, tepatnya dibagian ruang tengah menuju ruang makan (dapur).

Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan sebuah kain sarung yang diikatkan pada kayu loster diatas pintu antara ruang tamu dan ruang makan.

Keterangan yang diperoleh, bahwa korban F masih terlihat pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB disaat berbelanja keperluan untuk memasak. Diketahui bahwa korban
Menempati rumah ibunya, seorang diri.

Sementara itu ibu korban bekerja di luar negeri sebagai buruh migran Indonesia selama kurang lebih delapan bulan, sedangkan ayah korban diketahui juga bekerja di luar negeri, Kedua sudah berpisah.

Uwak korban merasa curiga saat melihat rumah korban pada sore hari, yang mana rumah korban nampak sepi dengan tirai jendela tertutup. Karena curiga Lalu uwak korban menghubungi pamannya yang berada di Sagaranten guna menanyakan keberadaan F.

Tetapi sang paman memberitahu bahwa korban F tidak berada di rumahnya. Upaya dilakukan dengan cara menghubungi korban melalui telepon seluler pun tidak mendapat respons.

Saat menjelang magrib uwak korban kembali menghubungi paman korban dan memberitahu bahwa sepeda motor milik F terlihat masih berada di dalam rumah setelah diintip melalui kaca jendela.

Sementara itu posisi semua pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Atas saran paman korban, warga lalu mencongkel jendela kamar ibunya dibagian samping kanan, guna untuk memastikan kondisi di dalam rumah.

Lalu setelah jendela berhasil terbuka tetangga bersama uwa korban masuk ke dalam rumah. Pada pukul 19.30 WIB, korban F ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung menggunakan kain sarung yang terikat di palang pintu.

Uwak korban setelah mengetahui dan melihat kondisi korban F melakukan bunuh diri, langsung berteriak histeris hingga warga di sekitarnya berdatangan ke lokasi, peristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Curugkembar.

Kanit Reskrim Polsek Curugkembar Aipda Cecep Pendi R menyampaikan bahwa saat korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di depan pintu.

Pada tubuh korban tidak terdapat bekas jeratan di bagian leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain, ujarnya saat di konfirmasi media, Sabtu 14 Februari 2026.

Sementara itu salah seorang perangkat Desa Bojongtugu membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan korban tinggal seorang diri di rumah ibunya, tidak memiliki kakak maupun adik, dan belum menikah. Korban dikenal aktif dan memiliki banyak teman di lingkungan sekitarnya.

Dari pihak keluarga menolak dilakukan Visum et Repertum maupun autopsi dan menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi penolakan autopsi.

Korban dimakamkan pada Sabtu 14 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 Wib di TPU Rawa Bungur. Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar dan mengundang duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat setempat. (Andi)

Share This Article
Leave a comment