Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Peristiwa penemuan sesosok mayat tanpa identitas di aliran sungai kecil Curug Darismin, Kampung Cikeresek Desa Purwasedar Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, sampai hari ini masih menyisakan misteri.
Penemuan mayat yang terjadi pada Kamis 8 Januari 2026, malam, kembali mengingatkan warga akan cerita kelam serta keangkeran Curug Darismin yang penuh misteri.
Salah seorang warga setempat, yaitu Ratna (29), menuturkan bahwa ia menyaksikan secara langsung proses evakuasi jenazah bersama ibu, bapak, saudara juga anaknya.
Lebih lanjut Ratna menceritakan menurutnya, saat itu para petugas mengevakuasi mayat pada dini hari dan memasukkannya ke dalam mobil ambulans yang terparkir tepat di depan rumah sekaligus warung gorengan miliknya.
“Sekitar jam 03.00 Wi jenazah korban dimasukkan ke dalam mobil ambulans, tetapi mobil ambulan lama parkir karena nunggu sopir. Baru sekitar jam 04.00 Wib berangkat, itu pun dikemudikan Pak Kades,” kata Ratna, Sabtu 17 Januari 2026.
Tetapi peristiwa penemuan jenazah tersebut meninggalkan cerita aneh bagi keluarganya. Ratna mengungkapkan, saat ambulans lama terparkir didepan rumah, anak laki-lakinya usia delapan tahun tiba-tiba berkata melihat sosok pria tua telanjang di dalam ambulans dengan kedua tangan terangkat pada pukul 04.00 WIB, sebelum ambulans berangkat.
Cerita ini membuat warga sekitar semakin merinding dan ketakutan. Suasana di lokasi sekitar penemuan mayat tersebut berubah
drastis. Warga mengaku merasa takut serta enggan untuk beraktivitas hingga larut malam.
“Biasanya sih warung gorengan buka sampai jam 12 malam. Sekarang jam 7 atau jam 8 malam sudah tutup. Apalagi kalau hujan, suasananya jadi makin sepi,” ujarnya.
Mayat tanpa identitas itu pertama kali ditemukan Ikoh Nuryadi (53), warga Kampung Cikeresek RT 020/05, bersama rekannya Saepul Rohman (43). Saat itu, keduanya tengah melakukan ngobor atau berburu ikan kecil di sungai sekitar pukul 21.30 WIB.
Saepul menceritakan, malam itu dirinya merasa ada keanehan sejak awal. “Biasanya kami sering ngobor, tapi tidak pernah ke Curug Darismin karena jalannya sulit. Aneh, malam itu kami berdua sepakat ke sana,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, mereka mendapati sungai dipenuhi kepiting dan ikan hitam (boboso) seukuran jari. Namun, suasana berubah ketika Ikoh melihat sesuatu yang mencurigakan sekitar 10 meter di depan mereka.
“Mang Ikoh bilang itu seperti bangkai sapi, ternyata mayat manusia. Kami langsung pulang dan membuang ikan serta kepiting,” kata Saepul.
Keanehan tak berhenti di situ. Saat keduanya berjalan pulang untuk melapor kepada RT dan warga, Saepul mengaku mendengar suara minta tolong dari arah Curug Darismin. “Itu yang bikin kami makin takut,” ujarnya.
Warga yang lainnya, yaitu Ridho Losa (35) mengatakan Curug Darismin memang sejak dulu sudah dikenal sebagai lokasi angker dan jarang didatangi warga, terutama setelah waktu magrib.
“Dari dulu orang-orang tua sering cerita, kalau sudah magrib warga enggan lewat sini karena suasananya sepi dan dianggap angker,” tuturnya.
Ridho menerangkan, nama Curug Darismin berasal dari peristiwa tragis sekitar tahun 1970-an. Saat itu, seorang ibu mencuci pakaian di sungai kecil dekat curug dan menaruh anaknya yang masih balita di atas batu. Namun, saat ia menoleh kembali, anak tersebut sudah tidak ada atau hilang.
“Anak itu bernama Darismin. Sampai sekarang tidak pernah diketahui penyebab hilangnya,” ungkap Ridho.
Dari peristiwa ini memunculkan berbagai spekulasi juga mitos di kalangan warga. Ada yang menduga anak itu diseret binatang buas, ada pula yang mengaitkannya dengan sosok gaib yang dikenal sebagai Lulun Samak. Sejak kejadian itulah, lokasi tersebut dikenal sebagai Curug Darismin dan semakin jarang dijamah warga.
Secara geografis, Curug Darismin bukan merupakan kawasan wisata. Lokasinya amat curam, dikelilingi oleh pepohonan bambu serta kayu layaknya hutan rakyat. Sungainya memiliki lebar sekitar dua meter dengan tinggi curug diperkirakan mencapai tujuh meter, berada tak jauh dari jembatan jalan desa. (Andi)
