Setahun Krisis Air Usai, Bendungan Leuwi Bangga Kini Kembali Mengalirkan Harapan Petani Sukabumi

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM — Setelah setahun lebih hidup dalam kekeringan akibat jebolnya Bendungan Leuwi Bangga, warga di tiga desa — Karangtengah, Balekambang, dan Ciheulang Tonggoh — akhirnya bisa bernapas lega. Aliran air yang lama terhenti kini kembali mengisi sawah dan sumur warga.

Bendungan yang terletak di Kampung Kebon Kai, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, itu resmi rampung diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 9 Oktober 2025. Perbaikan ini menandai berakhirnya masa sulit bagi para petani yang selama ini mengandalkan bendungan sebagai sumber utama irigasi dan air bersih.

Kabar baik itu pertama kali menyebar lewat media sosial. Sejumlah warga mengunggah foto dan video aliran air yang kembali mengalir, disertai ucapan syukur dan terima kasih kepada Bupati Sukabumi serta jajaran Dinas PU. “Akhirnya air kembali, terima kasih atas perhatian dan tindak lanjutnya,” tulis salah satu warga di unggahan tersebut.

Kepala UPTD PU Wilayah II Cibadak, Heri Hermawan, membenarkan bahwa proyek perbaikan bendungan telah rampung. Ia menjelaskan, pekerjaan dilakukan sejak pertengahan tahun 2025 oleh pihak rekanan dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Sukabumi.

“Bendungan ini sangat vital bagi masyarakat. Dengan selesainya perbaikan, kami berharap sektor pertanian kembali produktif dan masyarakat tidak lagi kesulitan air,” ujar Heri.

Kini, gemericik air dari Leuwi Bangga bukan sekadar tanda infrastruktur pulih, tapi juga simbol harapan baru bagi warga Cibadak — bahwa dari bendungan kecil ini, kehidupan bisa kembali tumbuh. ***

Share This Article
Leave a comment