Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Aksi sweeping puluhan sopir angkutan umum Colt Mini L300 jurusan Sukabumi-Bogor, terhadap kendaraan yang diduga travel Gelap di wilayah kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Minggu 15 Maret 2026, dini hari, dilatarbelakangi sepinya penumpang.
Aksi sekitar pukul 02.00 Wib, dipicu rasa kekecewaan para sopir, yang mana sebagai angkutan resmi pendapatannya merosot tajam akibat maraknya transportasi ilegal di jalur tersebut.
“Sebetulnya ini inisiatif sendiri dari sopir angkutan umum karena merasa dirugikan. Penumpang jadi tidak ada karena travel gelap,” kata Rudi, Koordinator sopir Colt Mini L300, armada angkutan umum resmi jurusan Sukabumi – Bogor.
Rudi juga mengatakan aksi sweeping atau penyisiran ini dilakukan secara spontan sebagai bentuk protes atas minimnya penindakan dari pihak terkait.
Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Tetapi menurutnya, para sopir menilai belum ada juga penindakan terhadap kendaraan yang diduga beroperasi sebagai travel gelap.
Lebih lanjut ia memberitahu dalam aksi ini para sopir menghentikan kendaraan yang dicurigai sebagai travel gelap agar memberikan efek jera.
Rudi menjamin aksi tersebut tidak ada tindakan anarkis atau pun tindak kekerasan yang dilakukan selama penyisiran berlangsung. “Kita bikin aksi spontan seperti ini untuk efek jera ke sopir travel gelap. Kita tidak ada kekerasan,” jelasnya.
Menurut dia, jika ditemukan kendaraan yang diduga travel gelap, para penumpang diminta turun secara sukarela. Selanjutnya penumpang diarahkan menggunakan angkutan umum sesuai tujuan perjalanan.
“Penumpang kita antar ke terminal. Yang tujuan Surade kita serahkan ke elf, yang tujuan Palabuhanratu kita arahkan ke angkot atau bus,” kata Rudi.
Bhabinkamtibmas Cibadak, Aipda Emin Mukhromin, menyampaikan memang benar adanya aksi tersebut. Pihak kepolisian dari Polsek Cibadak bersama anggota Pos Pengamanan (Pospam) langsung turun ke lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif.
“Yang sweeping itu pengemudi L300 jurusan Bogor-Sukabumi, yang diberhentikan kendaraan yang diduga travel,” ucapnya.
Terkait kegiatan tersebut pihak kepolisian dari Polsek Cibadak bersama dengan anggota pos pengamanan setempat turun melakukan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada para sopir.
“Kita dari kepolisian khususnya Polsek Cibadak bersama anggota pos pam Cibadak mengimbau kepada pengendara L300 supaya ke depan jika ada kegiatan seperti ini agar berkoordinasi dengan dinas terkait, salah satunya Dishub,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga mengingatkan para sopir agar tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyikapi persoalan tersebut. “Alhamdulillah tadi juga kita imbau supaya tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis,” kata dia.
Dalam aksi dini hari tersebut, sedikitnya lima hingga sepuluh unit kendaraan yang diduga travel gelap sempat diberhentikan massa sopir Colt Mini sebelum akhirnya dibubarkan oleh petugas. (Andi)


