Strategi Vendor HP Global Hadapi Krisis Chip dan Pergeseran Pasar 2026

Bayu Aria
6 Min Read
Strategi Vendor HP Global Hadapi Krisis Chip dan Pergeseran Pasar 2026

TELUSURBISNIS.COM – Industri smartphone global memasuki fase transisi yang semakin kompleks. Kelangkaan chip memori yang masih membayangi rantai pasok teknologi dunia memaksa para vendor perangkat elektronik untuk menyesuaikan strategi bisnis mereka.

Pada saat yang sama, Pasar HP konvensional menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, sementara inovasi pada kategori HP lipat mulai membuka peluang pertumbuhan baru bernilai tinggi.

Tekanan ini datang di tengah ketidakpastian ekonomi global, yang membuat produsen tidak lagi bisa mengandalkan volume penjualan semata.

Kenaikan biaya produksi akibat terbatasnya pasokan komponen, terutama chip memori, mendorong perubahan pendekatan industri dari strategi berbasis kuantitas menuju optimalisasi nilai dan margin keuntungan.

Krisis Chip Memori dan Dampaknya terhadap Rantai Pasok

Kelangkaan chip memori menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri elektronik pada periode ini. Komponen tersebut merupakan elemen krusial dalam hampir seluruh perangkat pintar, mulai dari HP, laptop, hingga peralatan rumah tangga.

Ketika pasokan terganggu, efeknya langsung terasa pada biaya produksi dan jadwal pengiriman produk. Analis yang dikutip Info Tekno  (Grup Telusurbisnis) memperkirakan kenaikan harga komponen akan diteruskan hingga ke harga ritel, dengan potensi lonjakan mencapai 20 persen.

Bagi vendor, situasi ini memaksa mereka untuk menyeimbangkan antara menjaga profitabilitas dan mempertahankan daya saing harga di pasar yang semakin sensitif.

Pasar HP Konvensional Mencapai Titik Jenuh

Di tengah tekanan biaya, pasar HP konvensional dinilai telah mencapai fase matang. International Data Corporation (IDC) memproyeksikan bahwa pengapalan HP non-lipat akan mengalami penurunan sebesar 1,4 persen pada 2026.

Angka ini mencerminkan melemahnya permintaan terhadap perangkat yang dinilai tidak lagi menawarkan diferensiasi signifikan dari generasi sebelumnya.

Bagi vendor, situasi ini menjadi sinyal bahwa strategi pembaruan minor tidak lagi efektif. Konsumen cenderung mempertahankan perangkat lama mereka lebih lama, sehingga siklus penggantian menjadi semakin panjang.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menekan pertumbuhan volume dan memaksa produsen mencari sumber pendapatan alternatif.

HP Lipat sebagai Strategi Peningkatan Nilai

Berbeda dengan HP konvensional, kategori HP lipat justru diproyeksikan mengalami pertumbuhan pesat. IDC memperkirakan pengapalan HP lipat akan tumbuh hingga 29,7 persen pada 2026, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Bagi vendor, segmen ini menawarkan peluang untuk meningkatkan nilai penjualan melalui harga jual rata-rata yang jauh lebih tinggi.

Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, menyebut bahwa 2026 akan menjadi tahun penting bagi evolusi HP lipat. Samsung diperkirakan akan membuka tahun tersebut dengan Galaxy Z TriFold, perangkat yang membawa konsep HP lipat tiga ke pasar mainstream global.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Samsung sebagai pemimpin inovasi, tetapi juga mendorong persepsi pasar bahwa HP lipat merupakan masa depan industri.

Huawei dan Apple: Dinamika Persaingan Global

Selain Samsung, Huawei juga diprediksi memainkan peran penting dalam pertumbuhan segmen HP lipat. Perangkat lipat Huawei berbasis HarmonyOS Next disebut akan mencatatkan pertumbuhan pengapalan yang hampir dua kali lipat pada 2026.

Strategi Huawei berfokus pada penguatan ekosistem perangkat dan sistem operasi, terutama di pasar yang memiliki basis pengguna kuat.

Namun, perubahan paling signifikan diperkirakan terjadi ketika Apple resmi memasuki segmen HP lipat. VP perangkat klien IDC, Francisco Jeronimo, menilai langkah Apple akan menandai babak baru bagi industri.

Apple dikenal mampu mendorong adopsi produk baru ke pasar arus utama, sekaligus menciptakan standar baru dalam desain dan pengalaman pengguna.

Meski HP lipat diperkirakan tetap menjadi segmen khusus dari sisi volume, nilai bisnisnya dinilai sangat strategis. Harga jual rata-rata HP lipat diperkirakan bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan HP standar, menjadikannya pendorong margin yang relevan bagi sebagian besar vendor.

Perubahan Fokus Strategi Bisnis Vendor

Dengan pasar yang semakin menantang, vendor HP global mulai mengalihkan fokus dari ekspansi volume ke optimalisasi portofolio produk. Inovasi bernilai tinggi, efisiensi rantai pasok, serta diferensiasi ekosistem menjadi elemen kunci strategi bisnis ke depan.

IDC memperkirakan kategori HP lipat akan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 17 persen hingga 2029. Sebaliknya, segmen HP konvensional diproyeksikan tumbuh kurang dari 1 persen. Data ini menjadi dasar bagi vendor untuk menyesuaikan alokasi investasi riset dan pengembangan.

Peta Sistem Operasi dan Implikasi Kompetitif

Dari sisi sistem operasi, Android diproyeksikan tetap mendominasi pasar HP lipat pada 2026 dengan pangsa sekitar 61 persen. Apple diperkirakan akan menguasai 22 persen, sementara HarmonyOS Next berada di kisaran 17 persen.

Distribusi ini mencerminkan dinamika kompetisi global yang semakin kompleks, di mana ekosistem perangkat dan layanan menjadi faktor penentu loyalitas pengguna.

IDC menegaskan bahwa seluruh proyeksi ini masih dapat berubah seiring dinamika pasar, kondisi geopolitik, serta perkembangan teknologi.

Namun satu hal yang jelas, strategi vendor HP global pada 2026 akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka beradaptasi terhadap kelangkaan komponen dan memanfaatkan inovasi sebagai penggerak nilai utama. (*)

Share This Article
Leave a comment