Tanah Bergerak di Sukabumi Saat Ramadan, 312 Warga Mengungsi

Bayu Aria
2 Min Read
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) siaga mengantisipasi pergerakan tanah di Kampung Sukamanah Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. (Ist)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Tanah bergerak melanda Kampung Sukamanah Desa Bantargadung Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akibatnya, sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) atau sekitar 312 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami retak parah dan terancam roboh.

Fenomena ini mulai dirasakan warga sejak awal Ramadan dan semakin intens dalam lima hari terakhir. Warga mengaku mendengar suara retakan dari dalam tanah yang disertai getaran, meski cuaca dalam kondisi cerah.

Kepala Dusun 4 Sukamanah, Wiwik, mengatakan awalnya retakan hanya kecil dengan suara “kretek-kretek”. Namun, kondisi terus memburuk hingga dinding dan lantai rumah banyak yang pecah.

“Sekarang retakan semakin besar. Beberapa bangunan bahkan hampir roboh. Warga khawatir terjadi longsor susulan,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.

Situasi tersebut turut mengganggu aktivitas ibadah warga selama Ramadan. Sebagian warga memilih tidak melaksanakan salat tarawih di masjid karena khawatir kondisi tanah semakin bergerak. Mereka lebih fokus menyelamatkan barang-barang dari rumah yang sudah dikosongkan.

Bantuan bagi warga terdampak mulai berdatangan. Pemerintah desa berencana mendirikan dapur umum di sekitar SDN 1 Bantargadung yang lokasinya berdekatan dengan puskesmas untuk memudahkan distribusi logistik dan pelayanan kesehatan.

Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, memastikan seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini dilakukan guna mencegah adanya korban jiwa, mengingat retakan tanah terus meluas dan mengancam permukiman.

Pemerintah desa bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan pergerakan tanah dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. (*)

Share This Article
Leave a comment