TELUSURBISNIS.COM – Cockatiel (Nymphicus hollandicus) termasuk burung eksotis yang banyak digemari karena sifatnya yang ramah dan cerdas.
Burung ini dikenal mudah berinteraksi dengan manusia, mampu menirukan suara, dan memiliki karakter yang menyenangkan sehingga cocok dijadikan hewan peliharaan maupun untuk budidaya.
Namun, popularitasnya yang tinggi tidak membuat perawatan dan budidayanya bisa dilakukan secara asal; dibutuhkan persiapan matang agar burung tetap sehat dan proses pembudidayaan berjalan lancar.
Persiapan pertama yang penting adalah menyediakan kandang yang sesuai. Cockatiel membutuhkan ruang cukup luas untuk bergerak dan terbang kecil di dalam kandang.
Selain itu, kebersihan kandang, ventilasi yang baik, serta perlengkapan pendukung seperti tempat makan, minum, dan mainan untuk stimulasi mental, menjadi kunci agar burung tetap aktif dan tidak stres.
Pola pemberian pakan juga harus diperhatikan; burung ini memerlukan campuran biji-bijian, sayuran segar, dan vitamin tambahan agar nutrisi tercukupi.
Selain aspek fisik, persiapan mental dan sosial juga tak kalah penting.
Cockatiel adalah burung yang butuh interaksi rutin dengan pemilik atau sesama burung agar tetap ceria dan mudah dikembangbiakkan. Membiasakan mereka dengan suara dan sentuhan manusia sejak dini dapat memperkuat ikatan, membuat burung lebih jinak, dan meningkatkan keberhasilan reproduksi.
Dengan kombinasi perhatian terhadap kandang, pakan, dan interaksi sosial, budidaya cockatiel bisa berjalan lancar, menghasilkan burung yang sehat dan memiliki karakter menyenangkan.
Persiapan Sebelum Memulai
1. Kandang dan Ruang
Ukuran kandang: Minimal 100 cm x 50 cm x 50 cm per pasangan.
Bahan: Besi anti-karat atau kayu tahan lama, jarak jeruji 1–2 cm supaya burung tidak terjepit.
Perlengkapan
Tempat makan dan minum yang mudah dibersihkan.
Tangkringan dari kayu alami, beberapa tingkatan.
Kotak sarang (nesting box) untuk bertelur, ukuran sekitar 25x25x25 cm.
2. Nutrisi
Pakan utama: Biji-bijian campuran (millet, canary seed, oats) atau pelet khusus cockatiel.
Pakan tambahan: Sayur segar (wortel, bayam, brokoli), buah (apel, pir, pepaya) secukupnya.
Protein tambahan: Telur rebus cincang atau jangkrik kecil, terutama saat musim kawin.
Air bersih: Selalu tersedia dan diganti minimal 1x sehari.
3. Kesehatan & Kebersihan
Bersihkan kandang minimal 2–3 kali seminggu.
Cuci wadah makan/minum setiap hari.
Periksa bulu, paruh, kaki, dan mata burung rutin.
Jaga kelembapan dan suhu sekitar 20–25°C, hindari paparan panas atau angin dingin berlebihan.
4. Perkawinan & Budidaya
Pilih pasangan sehat, umur ideal ≥ 1 tahun.
Berikan nesting box dengan bahan serasah kayu atau serutan kayu bersih.
Cockatiel bertelur 2–6 butir per kali bertelur, inkubasi alami sekitar 18 hari.
Setelah menetas, berikan pakan khusus untuk anak burung (handfeeding) jika induk tidak cukup memberi makan.
5. Sosialisasi
Cockatiel sangat sosial, suka digembirakan dengan suara atau mainan.
Sering-sering berinteraksi untuk membuat burung jinak.
Mainan seperti lonceng kecil atau ayunan bisa mengurangi stres dan kebosanan. (*)
