Kabupaten Karawang, TELUSURBISNIS.COM – Koko Marsel bersama istrinya telah mengelola usaha keripik pisang rumahan di Perumahan Gedung Putih, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, selama kurang lebih lima tahun. Usaha ini dimulai secara kecil-kecilan, namun dengan ketekunan, kini berkembang cukup pesat.
Selain keripik pisang, menjelang momen seperti Lebaran dan hari-hari besar lainnya, istrinya juga memproduksi beragam kue kering. Keramahan Koko Marsel dan istrinya membuat usaha mereka semakin dikenal dan dipercaya oleh pelanggan.
Dalam proses produksinya, Koko menggunakan jenis pisang kepok dan pisang nangka yang diambil dari Bogor. “Pisang kepok memiliki tekstur yang lebih gurih dan renyah dibandingkan pisang nangka,” ucap Koko.
Setiap hari, mereka memproduksi sekitar 150-250 kg keripik, tergantung ketersediaan bahan baku. Keripik pisang ini dipasarkan langsung oleh Koko ke berbagai toko grosir di Bogor, Cisarua, dan Parung.
Harga jualnya adalah Rp 50 ribu per kg untuk keripik pisang kepok dan Rp 45 ribu per kg untuk keripik pisang nangka. Mereka juga melayani pembelian eceran untuk pelanggan sekitar.
Menariknya, sisa kulit pisang dari produksi tidak terbuang percuma. Koko menjualnya kepada peternak sebagai pakan ternak kambing, sehingga usahanya turut mendukung konsep zero waste.
Dengan kerja keras dan sentuhan keluarga, usaha ini terus bertumbuh, memberikan inspirasi bagi pelaku usaha rumahan lainnya. (Andi)
