Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kota Sukabumi menjadi sorotan publik setelah beredar foto menu makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi. Dalam paket makanan tersebut, siswa dilaporkan menerima ikan nila mentah yang masih terlihat berdarah di dalam kemasan plastik vakum.
Peristiwa ini viral di media sosial pada Rabu 11 Maret 2026 dan memicu keprihatinan masyarakat, khususnya para orang tua siswa. Program yang seharusnya menyediakan makanan siap santap dan bergizi bagi pelajar justru memunculkan kekhawatiran terkait standar keamanan pangan.
Tak hanya ikan nila mentah, beberapa orang tua siswa juga mengaku menerima paket bahan makanan berupa mie ayam mentah yang harus dimasak kembali di rumah.
Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan tujuan program MBG yang diharapkan menyediakan makanan siap konsumsi bagi siswa. Kasus ini kemudian menuai protes dari masyarakat serta mempertanyakan pengelolaan dapur penyedia makanan dalam program tersebut.
Menanggapi kejadian itu, pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah tegas. Melalui surat resmi Nomor 915/D.TWS/03/2026, BGN menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Cikole Cisarua 2 Kota Sukabumi mulai Jumat 13 Maret 2026.
Dalam pernyataan resminya, BGN menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah ditemukan ketidaksesuaian standar dalam penyajian menu ikan nila marinasi yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, serta keamanan pangan.
Operasional dapur program tersebut baru dapat kembali berjalan setelah pihak pengelola melakukan perbaikan menyeluruh dan lolos proses verifikasi dari Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN.
Sementara itu, pihak pengelola SPPG Cikole Cisarua 2 juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Melalui pernyataan resmi yang diunggah pada Kamis 12 Maret 2026, mereka mengakui adanya kelalaian dalam proses distribusi menu makanan kepada siswa.
Pihak pengelola menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada niat untuk memberikan makanan yang tidak layak kepada para pelajar.
Meski demikian, sebagian orang tua siswa masih merasa kecewa. Salah seorang wali murid mengungkapkan bahwa ikan yang diterima anaknya saat pulang sekolah terlihat tidak segar.
Menurutnya, program MBG seharusnya menyediakan makanan siap santap, bukan bahan makanan mentah yang harus dimasak kembali di rumah.
Insiden di SMPN 1 Kota Sukabumi ini menjadi perhatian serius sekaligus peringatan bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Pengawasan terhadap kualitas makanan dinilai perlu diperketat agar keamanan pangan bagi para siswa benar-benar terjamin. (Andi)


