Wali Kota Sukabumi Ungkap Strategi Besar Pembangunan 2025-2030, Apa Saja Prioritasnya?

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar rapat koordinasi pimpinan untuk membahas strategi pembangunan periode 2025-2030.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, berlangsung Senin (3/3/2025) di Oproom Setda Kota Sukabumi. Turut hadir Penjabat Sekda Mohamad Hasan Asari, para asisten daerah, staf ahli, serta kepala perangkat daerah.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota menegaskan pentingnya fokus pada empat pilar utama pembangunan: efisiensi anggaran, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), optimalisasi BUMD, dan pembangunan infrastruktur strategis. “ASN harus bekerja profesional tanpa intervensi politik. Kebijakan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegas H. Ayep Zaki.

Refleksi hasil retreat di Magelang menjadi dasar pembahasan. Wali Kota menyoroti kondisi fiskal Kota Sukabumi yang masih bergantung pada transfer dari pusat. Untuk itu, target peningkatan PAD menjadi prioritas lima tahun ke depan.

Wakil Wali Kota Bobby Maulana
Wakil Wali Kota Bobby Maulana

Pemkot akan memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dengan digitalisasi retribusi dan pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga tingkat RT/RW.

Evaluasi terhadap RSUD Kota Sukabumi juga menjadi sorotan. Rumah sakit ini mencatat kerugian sekitar Rp 30-40 miliar per tahun. Langkah perbaikan meliputi pergantian Dewan Pengawas RSUD dan peningkatan efisiensi pengelolaan agar lebih produktif.

Untuk mendongkrak perekonomian daerah, Pemkot akan mengoptimalkan peran BUMD. Target kontribusi BUMD terhadap PAD ditetapkan sebesar Rp 30 miliar. PDAM akan meningkatkan layanan air bersih dan mengurangi kebocoran air, sementara BPR akan memperluas akses kredit mikro bagi pedagang pasar.

PD Waluya juga akan menjalin kerja sama dengan BPJS dan melakukan diversifikasi usaha. Selain itu, Pasar Pelita akan dievaluasi ulang, termasuk harga kios yang selama tujuh tahun terakhir tidak memberikan kontribusi signifikan bagi PAD.

Dalam tata kelola pemerintahan, Wali Kota menegaskan bahwa semua kebijakan harus sesuai regulasi pusat. Penunjukan pejabat strategis akan dilakukan melalui Panitia Seleksi (Pansel) guna memastikan transparansi dan profesionalisme.

Rapat ditutup dengan arahan Wali Kota agar seluruh jajaran Pemkot Sukabumi bekerja secara profesional dan fokus pada kesejahteraan masyarakat. Dengan strategi pembangunan yang matang, visi Sukabumi Baru 2025-2030 diharapkan dapat mewujudkan kota yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

Inilah langkah besar Pemkot Sukabumi menuju transformasi pembangunan. Mampukah strategi ini membawa perubahan nyata? Kita tunggu realisasinya! (Andi)

Share This Article
Leave a comment