Fenomena Warna Oranye Angkat Penjualan iPhone 17, Apple Bangkit di Pasar China

Aaf Afiatna
7 Min Read
iPhone 17 mencatat lonjakan penjualan signifikan di China pada akhir 2025 hingga awal 2026

iPhone 17 Jadi Perbincangan di China, Penjualan Apple Berbalik Naik

TELUSURBISNIS.COM – iPhone 17 mencatat lonjakan penjualan signifikan di China pada akhir 2025 hingga awal 2026, bukan terutama karena terobosan teknologi, melainkan karena penyegaran desain visual, khususnya warna oranye terang yang viral di media sosial. Tren ini membantu Apple membalikkan penurunan penjualan yang telah berlangsung hampir tiga tahun di pasar ponsel terbesar di dunia tersebut.

Apple mengonfirmasi bahwa pendapatan dari wilayah China pada kuartal keempat melonjak 38% secara tahunan menjadi US$26 miliar, setara hampir 20% dari total pendapatan global perusahaan. Capaian ini menjadi titik balik penting setelah Apple mencatat kontraksi penjualan dalam delapan dari sembilan kuartal sebelumnya.

Apa yang Terjadi: Warna Jadi Faktor Penentu Penjualan

Desain Visual Jadi Daya Tarik Utama

Berbeda dari strategi sebelumnya yang menitikberatkan inovasi teknis, iPhone 17 justru menarik minat konsumen China lewat warna baru bernama “cosmic orange”. Warna tersebut tampil mencolok, kontras dengan palet warna netral yang mendominasi generasi iPhone sebelumnya.

Di berbagai platform media sosial China seperti Weibo dan Xiaohongshu, ribuan unggahan pengguna memamerkan iPhone 17 berwarna oranye. Warna ini bahkan dijuluki “oranye Hermès” karena dinilai menyerupai identitas visual merek mewah asal Prancis tersebut.

Simbol Status Masih Kuat di Pasar China

Analis menilai, iPhone di China tidak sekadar perangkat komunikasi, melainkan penanda status sosial. Perubahan desain yang mudah dikenali secara kasat mata membuat iPhone 17 langsung diasosiasikan sebagai produk baru dan premium.

“Perubahan desain eksternal yang terlihat jelas, termasuk warna oranye mencolok, mendorong konsumen untuk melakukan upgrade lebih cepat,”
Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC
(Financial Times, Selasa 10/2/2026)

Siapa yang Diuntungkan: Apple dan Konsumen Kelas Menengah Atas

Apple Bangkit Setelah Tekanan Panjang

CEO Apple Tim Cook menyebut kinerja Apple di China pada kuartal terakhir sebagai rekor baru, menandai berakhirnya periode sulit yang dimulai sejak 2022. Selama hampir tiga tahun, Apple menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari:

  • Persaingan ketat produsen lokal seperti Huawei, Vivo, dan Xiaomi
  • Kebijakan pemerintah China yang membatasi penggunaan iPhone di sektor publik
  • Perlambatan ekonomi domestik yang memengaruhi daya beli

Kehadiran iPhone 17 dengan pendekatan desain berbeda terbukti mampu mengubah sentimen pasar.

Konsumen Urban Jadi Target Utama

Konsumen muda perkotaan di China disebut sebagai kelompok paling responsif terhadap warna oranye iPhone 17. Bagi segmen ini, tampilan visual dan diferensiasi gaya menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian, bahkan mengalahkan spesifikasi teknis.

Mengapa Warna Lebih Berpengaruh daripada Teknologi

Kelelahan Inovasi Spesifikasi

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan fitur iPhone dinilai semakin inkremental. Kamera lebih tajam, chip lebih cepat, dan baterai lebih tahan lama tidak lagi cukup menjadi pembeda signifikan di mata konsumen awam.

Sebaliknya, warna dan desain fisik menjadi elemen yang langsung terlihat dan mudah dipamerkan, terutama di era media sosial.

Psikologi Konsumen China

Analis industri menilai konsumen China memiliki kecenderungan kuat terhadap produk yang:

  • Mudah dikenali sebagai edisi terbaru
  • Memiliki kesan eksklusif
  • Menunjukkan identitas dan selera personal

Dalam konteks ini, warna oranye iPhone 17 memenuhi ketiga aspek tersebut.

Faktor Pendukung Lain: Subsidi Pemerintah dan Momentum Pasar

Dukungan Kebijakan Subsidi Smartphone

Selain faktor desain, penjualan iPhone 17 model reguler juga terdorong oleh subsidi pemerintah China. Program ini memberikan potongan harga hingga 500 yuan untuk ponsel dengan harga di bawah 6.000 yuan, kategori yang mencakup varian iPhone 17 tertentu.

Kebijakan ini bertujuan mendorong konsumsi domestik di tengah perlambatan ekonomi, dan Apple menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan.

Perbandingan dengan Tahun yang Lemah

Analis Bank of America, Wamsi Mohan, menyebut lonjakan ini juga dipengaruhi oleh basis perbandingan yang rendah pada 2024, ketika penjualan Apple di China berada di titik terendah.

“Apple mendapat manfaat dari pemulihan permintaan serta lemahnya kinerja pesaing utama pada periode yang sama,”
— Wamsi Mohan, Analis Bank of America
(placeholder kutipan analis)

Tekanan Kompetitor Lokal Mulai Mereda

Hambatan di Internal Huawei

Huawei, pesaing domestik utama Apple, dilaporkan mengalami penurunan penjualan sekitar 10% pada kuartal terakhir. Penurunan ini dikaitkan dengan keluhan pengguna terhadap sistem operasi Harmony, yang dinilai belum stabil di sejumlah perangkat.

Situasi ini membuka ruang bagi Apple untuk kembali merebut perhatian konsumen kelas atas yang mengutamakan pengalaman pengguna.

Vivo dan Xiaomi Masih Fokus Harga

Sementara itu, Vivo dan Xiaomi tetap kuat di segmen menengah dan bawah, namun belum mampu menyaingi Apple dalam persepsi merek premium, terutama di kota-kota besar.

Bagaimana Dampaknya bagi Strategi Apple ke Depan

Desain Jadi Senjata Baru Apple

Keberhasilan iPhone 17 di China menunjukkan bahwa Apple mulai menggeser strategi dengan memberi perhatian lebih besar pada desain visual dan personalisasi, bukan hanya performa teknis.

Pendekatan ini diperkirakan akan berlanjut pada generasi iPhone berikutnya, terutama untuk pasar Asia yang sensitif terhadap tren dan estetika.

China Tetap Pasar Kunci

Dengan kontribusi hampir 20% dari pendapatan global, China tetap menjadi pasar strategis bagi Apple. Keberhasilan iPhone 17 memberi sinyal bahwa Apple masih memiliki ruang untuk tumbuh, asalkan mampu membaca selera lokal dengan tepat.

Kesimpulan: Warna Kecil, Dampak Besar

Lonjakan penjualan iPhone 17 di China membuktikan bahwa dalam industri teknologi yang semakin matang, perubahan sederhana seperti warna dapat memberikan dampak bisnis yang besar. Viralitas warna oranye bukan hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan pemahaman Apple terhadap psikologi konsumen dan dinamika pasar China.

Di tengah tekanan kompetisi dan regulasi, Apple berhasil menemukan celah kebangkitan—bukan lewat teknologi paling canggih, melainkan lewat desain yang berbicara langsung kepada konsumen.

Share This Article
Leave a comment