Wisata Kebun Salak Pondoh, Potensi Baru Kecamatan Lengkong Sukabumi

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read

 

Kabupaten Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM — Kecamatan Lengkong kembali mencuri perhatian lewat potensi wisatanya. Selain bentang alam dan kawasan pertanian yang mendominasi, wilayah ini kini mulai dikenal dengan kebun salak pondoh Lengkong atau salak Poleng, komoditas unggulan yang digarap warga setempat.

Dikelilingi hamparan kebun dan lahan pertanian, Lengkong memiliki karakter agraris kuat. Dari total luas wilayah 13.291 hektare, sekitar 80 persen penduduknya—yang mencapai 32.737 jiwa—berprofesi sebagai petani. Selebihnya bekerja sebagai ASN, karyawan swasta, pedagang, dan pelaku usaha lain. Kecamatan ini membawahi lima desa: Lengkong, Langkapjaya, Cilangkap, Tegallega, dan Neglasari.

IMG 20251201 WA0001 Wisata Kebun Salak Pondoh, Potensi Baru Kecamatan Lengkong Sukabumi

Tak hanya salak, Lengkong juga menghasilkan berbagai komoditas lain seperti pisang, singkong, palawija, durian, sayur-mayur, daun teh, hingga aneka rempah. Sektor peternakan pun berkembang dengan keberadaan petani ayam, sapi, dan domba. Di sisi pariwisata, kawasan Cicadas Park dan curug di Desa Cilangkap menjadi magnet baru yang terus dibenahi.

Camat Lengkong, Ade Rikman, mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan potensi lokal agar lebih bernilai ekonomi. “Banyak hal yang perlu ditata, terutama untuk memperkuat destinasi wisata Cicadas Park. Fasilitas pendukung harus segera dipenuhi,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Di sektor pertanian, warga rutin menanam padi dan singkong di lahan desa maupun area Perhutani. Singkong menjadi komoditas penting karena setiap pekan puluhan ton dikirim ke kota. Selain dijual mentah, bahan ini juga diolah menjadi keripik, simping, hingga sale. Namun, Ade menilai produk UMKM perlu didorong, terutama pada peningkatan SDM dan kualitas kemasan.

Salah satu yang kini diprioritaskan adalah pengembangan salak Poleng, hasil inovasi warga Lengkong. “Saat ini sudah ada 240 meter lahan yang ditanami salak Poleng. Pembibitannya dilakukan dari pohon induk melalui metode pencangkokan,” kata Ade menutup pernyataan.

Kehadiran kebun salak ini dinilai mampu menjadi destinasi wisata keluarga sekaligus mendorong ekonomi petani Lengkong ke level yang lebih menjanjikan. ***

Share This Article
Leave a comment