Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, sejak Jumat 24 April 2026. Kondisi ini dikeluhkan sopir angkutan barang karena mengganggu aktivitas distribusi logistik.
Minimnya pasokan membuat sejumlah sopir terpaksa membeli BBM non-subsidi dengan harga lebih tinggi agar perjalanan tetap bisa dilanjutkan.
Endin, sopir angkutan beras asal Surade, mengaku kesulitan mendapatkan Bio Solar saat mengirim muatan ke Bogor pada Jumat malam.
“Saya berangkat dari Surade sekitar pukul 18.15 Wib membawa beras. Namun, di sepanjang perjalanan, hampir seluruh SPBU yang dilaluk kehabisan stok Bio Solar,” ucap Endin.
SPBU yang disebut mengalami kekosongan di antaranya berada di Surade, Jampangkulon, Cikembang, Pamuruyan, Parungkuda, Cicurug hingga Cigombong.
Menurut Endin, beberapa SPBU memang masih memiliki stok terbatas. Namun antrean kendaraan sangat panjang sehingga dinilai tidak efektif bagi sopir yang diburu waktu pengiriman. “Terpaksa saya beli Pertamina Dex Rp 23.900 per liter supaya perjalanan tetap jalan,” kata Endin, Sabtu 25 April 2026.
Ia menilai kondisi tersebut sangat memberatkan pengemudi angkutan barang, khususnya pengangkut bahan pokok yang harus beroperasi setiap hari.
Hingga Sabtu pagi, stok Bio Solar di sejumlah SPBU disebut masih kosong. Sejumlah kendaraan terlihat mengantre di SPBU Cibadak, bahkan ada yang kehabisan bahan bakar di perjalanan.
Pengawas SPBU Cimaja Surade, Elan, membenarkan kekosongan stok terjadi karena tidak adanya pengiriman dari Pertamina pada hari Sabtu.
Ia menjelaskan setiap SPBU memiliki jadwal distribusi berbeda. Di beberapa lokasi, pengiriman tidak dilakukan pada hari tertentu karena kebijakan pengaturan kuota subsidi atau dikenal dengan istilah “kitir”.
Para sopir berharap distribusi Bio Solar segera kembali normal agar aktivitas pengiriman barang tidak terganggu dan biaya operasional tidak terus membengkak. (Andi)


