Jakarta, TELUSURBISNIS.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perintahkan Pemerintah Daerah segera melakukan pemetaan titik-titik rawan kekeringan di wilayah masing-masing. Hal itu perlu dilakukam sebagai upaya antisipasi ancaman kemarau panjang.
Dedi Mulyadi menyampaikan itu, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Kamis, 4 Juni 2026.
“Pemda segera memetakan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, mempercepat pembangunan jaringan air bersih, serta menyediakan toren penampungan air di desa-desa yang kerap mengalami krisis air,” kata Dedi.
Dalam penanganan sampah, Pemprov Jabar mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste to fuel melalui metode pirolisis yang dikembangkan TNI. Teknologi tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah yang menumpuk di sejumlah TPA.
“Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga enam bulan ke depan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah serius bagi sejumlah daerah, khususnya Bandung Raya,” ucap Dedi Mulyadi.
Jawa Barat juga diprediksi menghadapi musim kemarau yang lebih cepat, panjang, dan kering akibat dampak El Nino. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Menurut Dedi, langkah mitigasi harus dilakukan sejak sekarang tanpa menunggu bencana terjadi.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan TNI siap mendukung upaya mitigasi kekeringan dan pengelolaan sampah di Jawa Barat. Saat ini TNI telah membangun ratusan titik distribusi air bersih dan mengembangkan fasilitas waste to fuel di beberapa wilayah, termasuk Sarimukti, Bekasi, dan Bogor.
Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa musim kemarau sudah mulai terasa di wilayah Pantura Jawa Barat. Ia memperkirakan kemarau akan berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan dengan intensitas yang lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. (*)
