Remaja Korban Bom Molotov di Cicurug Masih Dirawat Intensif, Kondisi Berangsur Membaik

Prima Arno Meidiandi
3 Min Read
Remaja korban bom molotov di Sukabumi masih menjalani perawatan intensif. (Prima Meidiandi/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Seorang remaja berinisial MZ (16), korban pelemparan bom molotov di Kampung Benteng Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin 27 April 2026.

Korban diketahui telah menjalani tindakan operasi dan kondisi kesehatannya dilaporkan mulai berangsur stabil.

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, memberitshu bahwa MZ mulai mendapatkan penanganan medis tak lama setelah tiba di rumah sakit pada Minggu 26 April 2026) sekitar pukul 00.00 Wib.

Menurut Irman, tim medis telah melakukan operasi debridemen kulit atau pembersihan jaringan untuk menangani luka bakar yang diderita korban.

“Penanganan sudah dilakukan melalui operasi debridemen kulit. Saat ini pasien sudah dipindahkan ke ruangan NAS untuk observasi serta perawatan lanjutan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, kondisi korban saat ini dalam keadaan sadar atau compos mentis, meski masih membutuhkan waktu istirahat untuk pemulihan pascaoperasi.

“Masih compos mentis, cuma sekarang lagi istirahat, tertidur. Barusan juga sudah dilihat,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, MZ mengalami luka bakar dengan luas sekitar 23 persen. Luka tersebut tersebar di sejumlah bagian tubuh, meliputi kepala, bagian depan dan belakang badan, serta sisi kiri tubuh.

“Luka yang paling parah terdapat pada bagian tangan. Walaupun luasnya 23 persen, dalam diagnosa medis kondisi ini masih masuk kategori luka bakar ringan ke sedang. Pemberian antibiotik dan pereda nyeri sudah dilakukan secara maksimal,” terang Irman.

Meski masih dalam kondisi lemah, perkembangan kesehatan korban menunjukkan tren positif. “Sekarang masih lemah, pascaoperasi, perbaikan keadaan umum. Tapi membaik, alhamdulillah,” ungkapnya.

Irman juga menyebutkan bahwa saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi korban cukup stabil dan pihak keluarga terlihat tidak panik.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak rumah sakit, insiden ini diduga terjadi akibat ketegangan antarkelompok pemuda. Korban disebut menjadi sasaran pelemparan bom molotov yang melibatkan kelompok dari kampung lain.

Sebelumnya, warga Kampung Benteng sempat digegerkan oleh ledakan bom molotov yang melukai MZ. Bahkan warga sempat mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat sebelum akhirnya pihak kepolisian turun tangan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik peristiwa yang membahayakan nyawa tersebut. (Andi)

Share This Article
Leave a comment