Sinergi TNI dan Warga Hadirkan Program Bebek Peking Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read
Ratusan bebek peking yang diternak peternak binaan Kodim 0604 Karawang untuk mendukung program Ketahanan Pangan. (istimewa)

Karawang, TELUSURBISNIS.COM – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Kodim 0604/Karawang melalui program budidaya bebek peking. Inisiatif ini sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Program dijalankan Kompi Produksi Ketahanan Pangan di bawah Korem 063/Sunan Gunung Jati dan Kodam III/Siliwangi. Kegiatan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga edukasi serta peningkatan keterampilan warga.

Di kandang seluas 300 meter persegi, sebanyak 2.400 bebek peking dikelola oleh tiga warga binaan. Mereka mendapat pelatihan langsung terkait teknik peternakan modern dan manajemen budidaya.

Salah satu pengelola, Ahmadia (41) alias Memed, menyebut fase awal pemeliharaan menjadi tantangan utama. Bibit bebek memerlukan pengawasan intensif untuk mencegah penumpukan yang berisiko menyebabkan kematian.

Dengan penanganan tepat, angka kematian dapat ditekan hingga 0,1 persen. “Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh pengelolaan pakan serta perawatan sejak fase awal pemeliharaan,” kata Memed.

Pada fase starter usia 0 hingga 14 hari, bebek diberi pakan khusus yang dicampur vitamin. Memasuki fase finisher, jenis pakan berubah menjadi lebih kasar untuk mendukung pertumbuhan.

“Air minum juga dicampur suplemen guna menjaga kesehatan ternak. Pola ini terbukti mampu mempercepat pertambahan bobot bebek secara optimal,” tambah Memed.

Kebutuhan pakan meningkat seiring pertumbuhan. Pada usia dua minggu, konsumsi pakan untuk 2.400 ekor bebek dapat mencapai sekitar satu kuintal per hari.

Kebersihan kandang menjadi faktor krusial. Sekam padi digunakan sebagai alas agar tetap kering dan higienis, serta rutin diganti untuk mencegah munculnya penyakit.

Pasiter Kodim 0604/Karawang, Kapten Inf Kihajar, menyatakan program ini merupakan bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

TNI berperan sebagai fasilitator yang mendorong kemandirian warga melalui transfer pengetahuan dan pengalaman di bidang peternakan.

“Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Budidaya ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar,” kata Pasiter.

Selain itu, program ini berpotensi menjadi percontohan di wilayah Kodam III/Siliwangi. Konsepnya dinilai efektif, produktif, dan berbasis pemberdayaan.

Kolaborasi antara aparat dan masyarakat ini menunjukkan solusi nyata yang berkelanjutan. Ke depan, peserta diharapkan mampu berkembang menjadi peternak mandiri. (Andi)

Share This Article
Leave a comment