Soal Kasus Pelecehan Santriwati Di Cicantaya Sukabumi, Ini Kata MUI Sukabumi

Prima Arno Meidiandi
2 Min Read
Ujang Hamdun, Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi. (Prima Meidiandi/Telusurbisnis)

Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Akhirnya MUI Sukabumi angkat bicara dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kasus ini menjadi sorotan serius berbagai pihak serta memicu rasa keprihatinan semua pihak, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, angkat bicara dalam permasalahan tersebut. “Kami berduka, karena kasus ini membuat citra pesantren menjadi buruk,” ucapnya, Selasa 31 Maret 2026, saat di konfirmasi media terkait kasus tersebut.

Ujang menilai para korban semestinya mendapatkan lingkungan yang aman serta nyaman saat mereka menempuh pendidikan di dalam pesantren.

Dalam keterangannya, ia menekankan sangat pentingnya koordinasi berjenjang di dalam internal MUI  agar setiap indikasi permasalahan dapat cepat segera ditangani.

“Kami sangat berharap kepada semua jajaran MUI, apabila ada ditemukan permasalahan seperti ini, tetap harus berkoordinasi secara terstruktur,” kata Ujang.

Mulai dari MUI Desa, sambung Ujang. MUI Kecamatan, hingga MUI Kabupaten. Informasi yang diterima harus mengalir agar ke depannya langkah antisipasi bisa cepat diambil.

Lebih lanjut, MUI juga amat mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang sudah menangani kasus ini secara hukum. Akan tetapi, MUI memberikan perhatian khusus terhadap peran Kementerian Agama sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pesantren.

Menurut Ujang di dalam pengawasannya tidak boleh berhenti pada aspek administratif seperti perizinan semata. Dirinya menegaskan perlu adanya evaluasi menyeluruh, termasuk pembinaan rutin dan peningkatan di dalam kapasitas tenaga pengajar di lingkungan pesantren.

“Tantangan serta godaan itu tidak hanya datang pada santri, tapi juga pada ustaz juga semua unsur di dalamnya. Oleh karena itu, pembinaan minimal berupa peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para pengajar sangat penting dilakukan secara berkala,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa dalam peristiwa tersebut menjadi suatu tamparan bagi citra Kabupaten Sukabumi yang selama ini dikenal sebagai daerah religius. Ujang sangat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan dapat menjadi momentum perbaikan bagi semua pihak. (Andi)

Share This Article
Leave a comment