Sukabumi, TELUSURBISNIS.COM – Seorang sopir angkot di Kota Sukabumi menjadi sorotan setelah mengubah bahan bakar kendaraannya menjadi elpiji 3 kilogram. Inovasi ini muncul di tengah tingginya biaya operasional harian, Selasa 14 April 2026.
Angkot trayek 01 jurusan Terminal Sukaraja–Kota Sukabumi itu viral di media sosial. Banyak warganet menyoroti langkah alternatif penggunaan gas elpiji sebagai bahan bakar kendaraan umum.
Sosok di balik inovasi ini adalah Hendra Irawan (53). Ia mengaku terinspirasi dari rekan sesama sopir yang lebih dulu mencoba penggunaan elpiji sebagai pengganti bensin.
“Awalnya ikut teman, saya pelajari dulu kendala dan kelebihannya. Setelah yakin, akhirnya saya pasang juga,” ujar Hendra.
Keputusan tersebut terbukti mampu menekan biaya operasional. Hendra menyebut pengeluaran hariannya berkurang sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu dibandingkan saat masih menggunakan bensin.
Dalam sehari, ia menghabiskan dua tabung elpiji. Satu tabung mampu digunakan hingga empat kali perjalanan, sehingga biaya bahan bakar menjadi lebih hemat.
Sebelumnya, Hendra mengaku menghabiskan sekitar 9 liter bensin per hari dengan biaya Rp 90 ribu. Kini, pengeluarannya turun menjadi sekitar Rp 38 ribu per hari menggunakan elpiji.
Selama hampir tujuh bulan penggunaan, ia tidak menemukan kendala berarti pada mesin kendaraan. Kondisi mesin tetap normal tanpa perlu penyesuaian khusus. “Karburator aman, pembakaran lebih bersih, dan busi tidak cepat kotor,” jelasnya.
Meski demikian, tenaga kendaraan sedikit berkurang, terutama saat melintasi tanjakan. Untuk mengatasinya, Hendra sesekali kembali menggunakan bensin. “Kalau nanjak memang agak lemah, tapi bisa langsung pindah ke bensin,” tambahnya.
Untuk menekan biaya lebih jauh, Hendra biasanya membeli elpiji langsung dari agen agar mendapatkan harga lebih murah.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, ia menilai penggunaan elpiji menjadi solusi alternatif agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya operasional. (Andi)


